Minggu, 11 Juli 2010

Klasifkasi dan Ragam Adenium

Walaupun berasal dari daerah gurun di Afrika dan Semenanjung Arab, tetapi berkat kecantikannya,nama adenium makin tersohor. Mawar gurun itu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.Terlebih setelah dihasilkan jenis-jenis baru hasil persilangan beragam indukan, utamanya Adenium obesum.

Berikut klasifikasi mawar gurun itu :

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Asteridae

Ordo : Gentianales

Famili : Apocynaceae

Genus : Adenium

Spesies : Adenium obesum, A. multiforum, A. swazicum, A. boehmianum, A. oleifolium,

A. somalense, A. somelense var. crispum, A. arabicum, dan A. socotranum.

Ragam

Dari hasil persilangan induk dan seleksi, kini ragam adenium kian bertambah pesat. Padahal dahulu terbatas bunga merah dan putih. Dalam perkembangannya muncul variasiadenium dengan perbedaan warna, corak, dan motif bunga. Mulai dari merah, merah muda, merah tua hingga ungu dan biru. Dari hasil persilangan itu diperoleh warna baru dan corak yang lebih beragam.

1. Spesies

Adenium spesies sebagian besar ditemukan di wilayah Afrika Selatan hingga Semenanjung Arab.Ia tumbuh meraksasa dan menyemak secara alami. Setidaknya ditemukan sekitar 8 jenis adenium spesies,yaitu: A. obesum, A. multiflorum, A. swazicum, A. boehmianum, A. oleifolium, A. somalense,A. somelense var. crispum, A. arabicum, dan A. socotranum.

Di antara sekian banyak, spesies Adenium obesum terhitung paling popular. Meski sosoknya lebih kecil, tetapi bisa dijumpai di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berikut deskripsi masing-masing spesies:

a. Adenium obesum

Adenium ini lebih dikenal sebagai desert rose atau karoo rose. Ia banyak ditemukan di timur Afrika dan selatan Arabia. Jenis inilah yang banyak berkembang di Indonesia. Penyebarannya meluas hingga ke selatan Sahara, Senegal, Sudan sampai Kenya. Itu karena pertumbuhannya tergolong sangat mudah, cepat, dan rajin berbunga.

Di habitat aslinya, adenium ini tumbuh menyemak. Ukurannya mencapai 10—12 meter. Bentuk batang menebal dan semakin ke atas mengecil. Sayangnya, ukuran seperti itu tak mudah diperoleh di Indonesia.Di sini, ukurannya lebih pendek, hanya 1—2 m.

Panjang daun mencapai 3—10 cm dengan ujung daun membulat. Warna daun hijau terang.Tulang daun mempunyai garis tegas maupun tipis. Bunganya identik dengan warna merah di tepi petal dan putih di tengah. Dari satu spesies Adenium obesum ditemukan beberapa varian. Seperti Adenium obesum ‘red everbloom’, dengan dominasi warna merah dan putih di tengah.

Corong bunga berwarna putih dan terdapat garis merah muda. Ukuran diameter bunga mencapai 6—7 cm atau berkisar 2 inci. Bunga berbentuk bintang dengan corong bunga panjang. Pada musim dingin jenis ini mengalami dormansi alias istirahat tumbuh. Ia baru tumbuh kembali saat musim semi atau awal musim panas.

Itu ditandai dengan munculnya bunga.

b. Adenium multiforum

Masyarakat Afrika menyebut jenis ini, impala lelie atau impala lily. Sosoknya berbeda dengan A. obesum. Daerah asalnya di bagian timur Afrika Selatan dan Mozambik. Jenis ini tahan di lingkungan yang kering dan dingin. Ia banyak dijumpai tumbuh menyemak. Selintas bentuknya lebih kokoh, bunga lebat, dan tegak lurus.

Di habitat aslinya, ukuran akar sangat besar.

Bunga A. multiflorum lebih indah dibandingkan adenium jenis lain. Bunga berbentuk bintang dengan warna merah tua di pinggir petal, dan putih atau merah cerah di tengah-tengah petal. Meski berbunga sekali dalam setahun, tetapi bunga A. multiflorum lebih lebat sehingga bisa menyelimuti tajuk. Dalam setahun, A. multiflorum berbunga selama 2 hingga 4 bulan.. Ukuran bunga tak jauh berbeda dengan A. obesum 6-7 cm. Adenium multiflorum lebih cepat tumbuh bi la menggunakan biji. Ukuran tanaman besar dan melebihi A. obesum. Pada umur 4—5, ia sudah rajin menghadirkan kecantikan bunganya.

c. Adenium swazicum

Adenium swazicum banyak dijumpai di Swaziland, pesisir pantai Afrika Selatan, dan perbatasan antara Afrika Selatan dan Mozambik. Pertumbuhannya termasuk lambat dibanding jenis lain. Meski lambat, tetapi ia lebih mudah dibudidayakan. Dengan biji saja tanaman sudah bisa tumbuh.

Adenium swazicum berdaun hijau cerah sampai tua dengan bulu lembut di bawah permukaan daun. Ukuran daun lebih lebar dan pendek. Mampu tumbuh di lingkungan yang cukup air dan hangat. Meski demikian, jenis ini juga tahan terhadap lingkungan yang dingin. Selama musim gugur, daun akan berjatuhan. Pertumbuhan terhenti selama musim dingin dan baru tumbuh kembali saat musim semi. Bunga didominasi oleh warna cerah, seperti merah muda, putih, dan ungu muda. Namun, bunganya tidak bertahan lama. Ukuran diameter bunga berkisar 6-7 cm. Benang sari bunga berukuran pendek dan tersembunyi di dalam corong bunga.

d. Adenium boehmianum

Adenium boehmianum banyak tumbuh di daerah bebatuan. Jumlah cabang sangat banyak dan batangnya menyemak dengan ketinggian mencapai 10,8 kaki. Tanaman ini banyak ditemukan di Namibia dan bagian selatan Angola. Ukuran daun paling lebar dari jenis lainnya, 10-15 cm.

Bentuk bunga serupa dengan A. swazicum. Ukurannya kecil, tak lebih dari 5 cm. Bunga berwarna merah muda dan ungu. Masa berbunga tak panjang, hanya beberapa minggu saja. Sayang, adenium ini agak malas berbunga dan lambat tumbuh.

e. Adenium somalense

Adenium ini berasal dari selatan Somalia dan menyebar hingga ke Kenya dan Tanzania. Di habitatnya, seperti Somalia, jenis ini tumbuh meraksasa. Ketinggiannya mencapai 15 kaki atau 4,5 m. Namun di Kenya, ia hanya tumbuh sebagai tanaman semak dengan akar yang kecil. Pertumbuhan relatif cepat dan rajin berbunga. Daun berwarna hijau terang dengan panjang daun 5—10 cm, lebar 1,8—2,5 cm, dan tulang daun menonjol.

Bunga lebih kecil dari A. obesum yakni 5 cm. Warna bunga bervariasi dari pink, sampai merah tua. Salah satu varietasnya yaitu crispum memiliki corak bunga yang unik, bersetrip seperti anggrek, berbentuk bintang dan memiliki petal mengeriting. Tanaman berbunga dari musim gugur hingga panas. Untuk membedakan dengan A. somalense bisa dilihat di daunnya.A. somalense berdaun tebal, sedangkan crispum daunnya runcing dan kecil.

f. Adenium socotranum

Jenis ini hanya bisa ditemukan di Pulau Socotra, di selatan Lautan Hindia, dan Semenanjung Arab. Tumbuh meraksasa dengan ukuran yang besar. Diameter tanaman mencapai 2,4 m (8 kaki), dan ketinggian batang mencapai lebih dari 2 m. Tanaman ini menyerupai pohon b a o b a b—s e j e n i s tanaman dari genus Adansonia yang mampu tumbuh hingga ribuan tahun karena memiliki diameter sangat besar, hingga 5 m.

Batang tanaman tumbuh vertikal dan kokoh. Dengan batang berwarna kecokelatan dan kanopi yang menyempit. Panjang daun 12 cm dan lebar 4 cm. Warnanya hijau tua dengan tulang daun yang menonjol dan berwarna putih. Jenis ini lambat berbunga, tetapi bunga yang dihasilkan berwarna cerah dan berukuran besar. Ukuran bunga 2 kali A. multiflorum, dengan diameter mahkota 10—13 cm.

g. Adenium oleifolium

Adenium ini ditemukan pertama kali di pedalaman Afrika Selatan, di gurun pasir Kalahari di sebelah selatan Botswana, dan timur Namibia. Ukurannya kecil dan pertumbuhannya relatif lambat. Bonggol jarang berukuran lebih dari 30 cm. Kalau pun ada pasti telah berusia ratusan tahun.

Bentuk daun memanjang dengan ujung lancip dan saling berdekatan. Panjang daun 10 cm dan lebar 0,5—1,5 cm. Daun berciri khas, hijau tua keabu-abuan. Jenis ini juga terkenal dengan bunganya yang berukuran kecil, 2—5 cm. Warna mahkota bunga pink dengan corong putih atau kuning keemasan. Itu pun hanya mekar selama beberapa bulan selama musim panas.

h. Adenium arabicum

Adenium ini termasuk langka. Ia ditemui di perbatasan selatan dan barat semenanjung Arab dan Yaman. Queen of thousand flower—sebutan A. arabicum—tampil eksotik dengan batang bercabang banyak. Sosok bunga pink terang dan warna putih di tangkai, membuatnya banyak diburu orang. Apalagi ia tergolong langka karena sulit diperbanyak. Ukuran bunga di Semenanjung Arab mencapai 4cm. Namun di Yaman, bunga mekar hingga berdiameter 8,5 cm. Jenis ini tergolong sangat rajin berbunga.

Sama halnya dengan jenis lain, A. arabicum mengalami dormansi pada musim dingin. Ditandai dengan daun berguguran secara bertahap. Saat musim panas tiba tanaman kembali berdaun, diikuti dengan munculnya ratusan bunga yang memenuhi tajuk.

2. Hibrida

Beragam adenium saat ini mudah ditemukan di berbagai tempat. Ia banyak dimanfaatkan sebagai penghias halaman di perumahan, hotel, dan perkantoran. Kecantikannya tak lepas dari bunga yang kian bervariasi. Di antaranya putih, merah muda, merah tua, campuran merah putih, putih garis merah, dan. Semua itu hasil kreasi pemulia di Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, bahkan India. Akhir-akhir ini, pekebun adenium di Indonesia juga mulai menelurkan karyanya. Dengan keanekaragaman itu pamor adenium semakin melesat bak meteor.

Diduga saat ini terdapat 200—400 varietas adenium yang masuk ke Indonesia. Salah satunya harry potter yang masuk awal 2004. Harry potter bisa disebut sebagai varietas yang unggul di segala “lini”. Kelebatan bunga, rajin berbunga, keindahan warna, dan sebagainya. Karena itulah harry potter banyak ditiru pemulia lain. Mereka menciptakan adenium sejenis tetapi mengambil induk berbeda. Ada yang besar, kecil, garis merah tebal, garis merah tipis.

Saat ini tak kurang dari 20 macam harry potter beredar di pasaran Karena banyaknya varietas sejenis, sehingga penyilang Taiwan mengelompokkan dalam grup yang disebut paihe artinya putih garis merah. Grup lain yaitu manthingsiang, tayeman, dan sishe.

Grupmanthingsiang, dahulu disamakan dengan harry potter. Padahal, mantingsiang adalah satu generasi setelahnya. Corak mantingshiang juga amat beragam, mulai dari ketebalan garis tengah, warna dasar, pola garis, ukuran bunga, dll.

Grup ketiga yaitu tayeman, adenium putih dengan pinggir bunga warna merah. Yang masuk ke dalam grup ini adalah my country, zaftigmoon, nobel cuncubine, super nobel cuncubine, dll. Perjalanan masing-masing varietas itu berbeda generasi, tetapi semuanya berasal dariAdenium multiflorum.

Grup terakhir yaitu sishe. Di dalamnya berisi varietas-varietas yang mempunyai corak garis-gris tajam, berukuran kecil, tetapi lebat. Daunnya pun tirus. Varietas itu mewarisi darah dariAdenium somalense var crispum. Misalnya kiss me quick dan pluto.

Selain jenis-jenis itu masih ada penggolongan tanaman yang didasari pada warna. Di antaranya warna putih, pastel, merah muda, merah, ungu, bercorak, dan kelompok lain. Sebagian besar dari varietas itu dihasilkan oleh A. obesum. Sisanya oleh A. swazicum, somalense crispum, dan spesies lain. Lantaran, persilangan sudah banyak dilakukan sehingga 1 varietas bisa masuk dalam 2—3 kelompok.

Klasifikasi jenis versi lain dibagi atas 4 grup. Yakni grup: Flower (Bunga), Leaf Form (Bentuk daun),Grown habit (Kebiasaan tumbuh), dan Others (Grup lain). Masing-masing grup dibedakan lagi oleh sub grup.

Untuk grup bunga, dibedakan atas warna, yaitu : putih, pastel, merah muda, merah, ungu, corak, dan lainya. Sedangkan bentuk daun dibedakan atas variegata dan grup lain. Kebiasaan tumbuh dibedakan yaitu mini dan grup lain. Penggolongan itu amat bermanfaat saat memilih tanaman.

Klasifikasi ini amat bermanfaat saat membeli atau memesan adenium.Contohnya : Ob-Fl-Rd-213. Artinya bunga yang dipilih (nomor 213) tergolong Adenium obesum, berwarna merah dengan nomor 213. Namun klasifikasi itu belum berlaku di Indonesia.

Sumber : Majalah Trubus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar