Sabtu, 10 Juli 2010

Morfologi

Adenium obesum berasal dari gurun pasir di daratan Afrika dan Semenanjung Arab.

Kemudian menyebar hingga ke Sudan, Kenya, Namibia, Mozambik, dan Senegal. Ia cenderung menyenangi daerah kering seperti padang pasir. Itulah sebabnya ia diberi nama desert rose, mawar gurun. Walau hidup di daerah panas dan kering, adenium mampu hidup hingga ratusan tahun. Wajar bila sosoknya kian kokoh dan tumbuh membesar. Di habitat aslinya banyak dijumpai adenium berbonggol raksasa. Sangat jamak menemukan adenium dengan tinggi mencapai 12 meter dan diameter bonggol 2,4 m di sana.

Adenium tergolong tanaman tingkat tinggi yang memiliki batang, daun, akar, bunga, dan buah. Sebagai tanaman sukulen, ia mempunyai cadangan makanan di bonggolnya sehingga dapat hidup tanpa diberi makan selama beberapa hari. Untuk mengenal lebih dekat, berikut deskripsi seluruh bagian tanaman adenium:

1. Akar

Adenium memiliki akar besar yang kelak membentuk umbi. Di daerah itulah cadangan makanan dan air tersimpan. Maklum, di habitatnya seperti daerah gurun Afrika bertipe iklim kering, panas, dan curah hujan rendah. Alhasil, untuk bertahan hidup ia menggunakan cadangan makanan dari akarnya.

Akar mampu tumbuh panjang hingga beberapa meter. Kegunaannya, untuk mencari dan mencapai sumber air dalam tanah. Sekeliling akar yang berada di dalam tanah ditumbuhi rambut-rambut. Sedangkan yang berada di dalam media akan menggelembung. Inilah yang disebut bonggol. Di dalam pot, diameter bongol mencapai puluhan cm. Namun, di habitat aslinya bonggol mencapai lebih dari 2 m. Ukuran itu sesuai dengan umurnya yang mencapai puluhan hingga ratusan tahun. Umumnya bonggol tumbuh lambat, terutama bila berada di permukaan tanah dan terkena sinar matahari.

Bonggol bisa dibentuk atau diprogram sesuai keinginan. Misalnya dibentuk menjari atau seperti suatu benda sehingga menambah cantik atau unik penampilan.

2. Batang

Adenium bukan tanaman berkayu. Batangnya lunak, halus dan tidak berduri. Kadang ditemukan bintik putih bekas mata tunas atau bekas patahan daun yang gugur. Batang lunak mengandung getah putih dan sangat pahit. Sifat getah sangat beracun, sehingga masyarakat Afrika sering memanfaatkan sebagai bahan lumur ujung panah atau tombak. Di berbagai daerah, getah adenium digunakan untuk obat-obatan, seperti penyembuh luka agar cepat kering dan tertutup. Bahkan beberapa orang menggunakannya sebagai obat sakit gigi.

Batang berwarna cokelat muda, hijau, cokelat, hingga keabu-abuan. Beberapa spesies bahkan berwarna hijau dengan tekstur yang mengkilap di batangnya. Bahkan ada yang cokelat keemasan seperti A. somalense. Ukuran batang akan semakin besar seiring bertambahnya usia. Tekstur mengeras ketimbang saat tanaman masih muda. Bila pertumbuhan aktif akan terlihat guratan putih seperti jala di permukaan batang.

3. Daun

Adenium mempunyai beberapa macam daun, tergantung varietas dan spesies. Sosoknya dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran, warna, motif, permukaan daun, serta ketebalan .

a.Bentuk

Bentuk ujung daun pada adenium dibagi menjadi dua macam, lanset dan runcing. Daun lanset ujung membulat banyak ditemukan pada spesies A. obesum. Sedangkan adenium ujung daun runcing banyak ditemukan pada spesies A. somalense.

b. Ukuran

Daun adenium memiliki ukuran beragam, mulai kecil—sekitar 1 cm; sedang; hingga besar. Daun kecil umumnya berujung runcing. Jenis ini banyak di temukan pada A. oleifolium. Panjang daun A. oleifolium 10 cm dan lebarnya hanya 0,5—1,5 cm. Daun adenium rata-rata berukuran 8—10 cm, seperti yang dijumpai pada jenis A. somalense dan A. socotranum. Sedangkan ukuran terbesar, yaitu sepanjang 15 cm dimiliki oleh jenis A. boehmianum.

c. Warna

Selain bunga, warna daun adenium juga tak kalah cantik untuk dipamerkan. Warna bervariasi sesuai jenis, ada hijau tua, hijau muda, kemerahan atau hijau keabu-abuan. Pada satu daun bisa memiliki 2 warna, hijau tua di permukaan atas dan merah di permukaan bawah.

d. Variegata

Selain bunga dan bonggolnya, daun variegata menjadi salah satu pertimbangan saat memilih adenium. Daun itu mempunyai warna beragam, seperti kuning, hijau muda, perak, bahkan merah. Berikut macam-macam daun variegata:

  • Nilmahakal Daun ini berbentuk unik. Berwarna perunggu kemerahan menjadi sangat indah. Beberapa peneliti berpendapat itu bukan variegata, tetapi jenis dari adenium tertentu. Tepi daun yang berbeda dari kebanyakan membuatnya digolongkan variegata. Bentuk daun lanset dengan ujung membulat, dan bagian yang dekat dengan batang meruncing. Nilmahakal bukan untuk dinikmati bunganya, karena jenis ini tak berbunga.
  • Moltolthong Bentuk daun mirip A. obesum, lanset dengan ujung membulat. Warna dasar daun dan bagian tengah hijau muda dengan corak bercak. Daun sangat lebat dibandingkan bunga.
  • Anyamanee Daun adenium variegata berwarna kuning ini sangat cantik. Namun, tidak demikian dengan bunganya. Alhasil jenis itu dak direkomendasikan untuk pertumbuhan bunga. Daun berukuran besar dengan warna hijau tua di tengah dan kuning di pinggir daun.
  • Variegata keriting Bentuk daun keriting membuatnya semakin cantik. Ukuran daun besar dengan ujung membulat. Warna daun didominasi hijau tua di bagian pinggir dan semakin memudar hingga kuning muda di tengahnya.

e. Motif

Motif pada adenium dapat dilihat pada tulang daun. Tulang daun beberapa jenis terlihat menonjol dan sebagian lagi samar. Yang menonjol berwarna putih dengan jari-jari tegas.

Terkadang warna tulang daun digunakan untuk mengetahui warna bunga. Bila tulang daun putih bersih maka bunga cenderung berwarna putih. Sebaliknya, tulang daun berwarna merah cerah, maka bunga kemungkinan merah.

f. Permukaan dan ketebalan

Daun adenium mempunyai permukaan yang beragam. Mulai dari berbulu hingga licin

(tidak berbulu). Yang berbulu pun terbagi atas bulu di atas permukaan daun saja; di bawah permukaan; atau keduanya. Jenis adenium yang berbulu seperti A. swazicum.

Ketebalan daun adenium berbeda-beda tergantung daging-nya. Daun adenium mempunyai 2 sosok daging, yaitu tebal dan tipis.

4. Bunga

Bunga menjadi faktor utama yang mendongkrak popularitas adenium. Saat ini negara produsen berlomba-lomba untuk terus menghasilkan yang terbaru. Munculnya jenis baru memancing para hobiis untuk terus mengoleksinya. Bunga bervariasi berdasarkan susunan bunga, bentuk, ukuran, warna dan lain-lain.

a. Susunan bunga

Adenium termasuk bunga berumah satu, karena di satu bunga terdapat: petal (mahkota bunga), sepal (kelopak bunga), benang sari, putik, tangkai bunga, dan ovari. Berikut deskripsi bagian bunga adenium:

  • Sepal (kelopak bunga) Sepal adenium berjumlah 5 dengan warna cerah, hijau, merah, hijau muda, hijau kekuningan dan merah muda. Dalam satu kelopak terdiri dari 2 warna. Letaknya berada tepat di bawah corong bunga. Bentuknya lancip seperti bintang.
  • Petal (mahkota bunga) Bentuk bunga adenium umumnya menyerupai bintang, bulat atau runcing. Yang berujung runcing, A. somalense var crispum; bulat, A. obesum. Jumlah petal 5 helai, meski kerap ditemukan 6—7 helai. Bahkan kini kerap dijumpai kelopak ganda. Petal yang terpisah membuatnya menyerupai bintang. Selain itu terdapat petal yang saling menempel sehingga tampak membulat, mirip bunga alamanda. Bentuk lain, petal saling bertumpuk. Tepi petal terbagi atas lurus dan keriting. Petal berukuran lebar, tumpang tindih dengan petal lain; sedangkan yang jarang, tampak kecil.
  • Benang sari dan putik Adenium memiliki 5 benang sari. Tiap benang sari terdiri dari 5 anther. Bentuknya seperti lidah memanjang dan terkadang meliuk-liuk. Warna benang sari sesuai dengan corong bunganya. Benang sari dan tangkainya (stamen) dikelilingi oleh bulu-bulu halus. Alat kelamin bunga jantan dan betina terletak di dalam ‘tabung’ bunga. Bentuknya kerucut, putih, dan tertutup. Tak heran bila serangga pun sulit menjangkaunya. Di dalamnya berisi putik di bagian dasar dan serbuk sari kekuningan menggantung di puncak tabung. Ukurannya amat kecil, kurang dari 1 mm, sehingga sulit dilihat dengan mata telanjang. Letak kedua kelamin terpisah. Akibatnya sulit terjadi pembuahan secara alamiah. Agar rajin membentuk bunga sebaliknya dibantu dengan penyerbukan buatan.

b. Bentuk dan motif

Motif bunga adenium beragam, mulai dari yang polos, splash dan bergaris-garis. Petal yang runcing, membulat, bergerigi atau bergelombang membuat cantik adenium. Bentuknya bulat atau bintang. Bentuk bintang dengan garis merah di tengah helaian petal berasal dari A. somalense crispum. Sedangkan warna merah dengan tepi merah diwarisi dari A. obesum.

c. Warna

Kecantikan adenium terlihat pada variasi warna dan motif bunganya. Warna sangat beragam, mulai putih, merah muda, ungu, merah sampai merah tua. Umumnya, orang Asia dan Amerika menyukai warna yang terang dan kuat, seperti merah tua atau ungu. Sedangkan orang Eropa lebih menyukai warna yang lembut, seperti merah muda dan putih. Warna merah itu berasal dari A. somalense crispum; sedang pink, A. swazicum. Adenium obesum menyumbang warna putih polos atau tepi merah.

5. Buah

Buah adenium berbentuk seperti tanduk dengan panjang mencapai 20—50 cm. Umumnya bunga menghasilkan sepasang buah saling menempel berhadapan. Diameter 1—1,5 cm dengan ujung meruncing. Warna buah muda, hijau; sedangkan matang, cokelat. Di dalamnya ada 50—100 biji. Jumlahnya amat tergantung umur tanaman. Semakin tua dan sehat tanaman, banyak pula biji yang dihasilkan. Ukuran biji 1—1,5 cm, tebal 2—3 mm, warna kuning, tersusun seperti bulir padi. Pada kedua ujung biji melekat bulu halus. Biji yang belum matang bulunya masih agak basah dan menempel satu sama lain.

Biji matang ditandai oleh perubahan warna menjadi kuning gading dan

bulu-bulu mekar. Salah satu sisi buah membentuk alur memanjang. Semakin

matang, maka alur buah terus melebar. Saat matang penuh, alur pun merekah.

Bila tidak segera dipetik, biji-biji di dalam akan beterbangan, karena bulu-bulu

mekar. Karena ringan gampang ditiup angin. Untuk menghindari biji hilang

karena buah belum dipetik maka cegah buah merekah dengan mengikat tali

plastik atau kawat kecil.

istilah morfologi

Sumber : Majalah Trubus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar